Tampilkan postingan dengan label Just Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just Story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 November 2017

Cara Merubah Pola pikir

Ubah Mindset Sebelum Terlambat
Akhir-akhir ini terjadi berbagai peristiwa abnormal di bumi. Bukan tanpa alasan, mungkin karena era modernisasi sehingga manusia belomba-lomba menciptakan sesuatu untuk meraih satu kata 'impossible'. Diluar ungkapan yang saya katakan sebelumnya, coba sedikit renungkan era yang kita naungi ini. 

Kita hidup pada era dimana semua dapat dijangkau dalam hitungan detik. Mungkin inilah yang sebenarnya pantas disebut sebagai mesin waktu atau teleportasi. Mengapa saya mengatakan hal seperti itu? Sekarang misalkan anda ingin membeli sebuah tiket bus disebuah agen. Karena mendadak dan jarak anda terlalu jauh, anda memutuskan untuk membelinya lewat media internet atau dalam artian anda membeli online. Dalam hitungan menit anda sudah berhasil memiliki sebuah tiket bus yang anda inginkan. Lalu apa bedanya jika anda berteleportasi ke agen bus? Apa bedanya anda menghentikan waktu untuk perjalanan anda ke agen bus? Oleh karena itu sebenarnya tanpa kita sadari era yang kita duduki saat ini sudah seperti puncak kemajuan daripada manusia.

Karena kemajuan tersebut tidak kita sadari, kita juga melupakan beberapa poin penting daripada hal tersebut. Terkadang manusia berpikir terlalu pendek dan tidak pernah berubah. Oleh karena itu saya secara pribadi berharap kepada anda semua untuk mengubah Pola Pikir anda sebelum terlambat. Pada era modern ini, semua aspek kehidupan dipaksa untuk lebih maju lagi. Misalnya sistem pendidikan, komunikasi, sosial-budaya, politik, media informasi dan tentunya bisnis. Jika kita tidak bisa memanfaatkan peluang ini tentunya kita termasuk sebagai orang-orang yang merugi.

Mengapa saya mengatakan hal tersebut? Karena orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang bodoh. Mereka hanya pandai menghujat sementara orang asing sudah berhasil membangun negara luar angkasa yang disebut Asgardia. Orang asing meneliti mesin waktu dan teleportasi sementara orang Indonesia masih saja berdebat perihal teori bumi datar dan bumi bulat. Terkadang hal-hal tersebut membuat para pemikir bingung, karena orang-orang kita cenderung pandai berbicara tanpa melakukan bukti yang nyata. 

Lalu bagaimana mengubah hal tersebut? Kita harus mulai hari ini, jam ini, detik ini, saat ini. Ubah Pola Pikir kita yang sebelumnya berkata tidak mampu menjadi mampu. Manfaatkan semua peluang menjadi investasi anda dimasa yang akan datang. Tentu saja hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita ketahui. Di era yang serba-serbi online ini, seharusnya kita bisa memanfaatkan segalanya dengan maksimal. Jika sebelumnya kita memiliki pemikiran sekolah untuk kuliah dan kuliah untuk pekerjaan, segera ubahlah menjadi sekolah untuk menuntut ilmu begitupun kuliah. Lalu pekerjaan? Pekerjaan harus diajarkan sejak dini karena peluang usaha sebenarnya tersebar dimana-mana.

Apakah cukup mengubah Pola Pikir seperti itu? Tentu saja belum. Anda harus berubah setiap hari. Anda harus berkeyakinan bahwa anda akan menjadi lebih baik dari kemarin, besok lebih baik lagi daripada hari ini, dan begitu seterusnya. Saya sendiri juga belum berhasil mengubah diri sendiri. Namun saya tetap berusaha untuk menjadi insan yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya, tentu saja dengan berbagai cara. Mengubah Pola Pikir sangatlah penting demi kemajuan diri anda. Karena mungkin suatu saat nanti anda akan mengalami penyesalan yang tidak dapat anda hapus.

Impian terdalam

Impian Bukan Sebatas Angan-Angan
Semua orang pasti memiliki mimpi. Entah disadari atau tidak, impian merupakan hal yang mutlak bagi setiap individu. Terkadang saat pikiran kita kosong, tak jarang terlintas sesuatu yang ingin kita capai kelak. Hal ini yang terkadang tidak kita sadari, yaitu impian kita. Mengapa semua memiliki mimpi? Mengapa semua berawal dari mimpi? Karena dari impian akan tercipta tujuan hidup, alasan kita berjuang dan cita-cita yang ingin kita raih dimasa depan.

Begitupun dengan saya, sosok yang bisa disebut sebagai seorang pemimpi. Hal ini karena saya pribadi memiliki banyak sekali impian yang saat ini sedang saya perjuangkan. Saya tidak perlu menyebutkan satu persatu, namun yang pasti semua impian saya yang mendorong saya untuk berusaha dan berjuang hingga saat ini. Namun apakah saya akan berhasil?

Terkadang alur kehidupan dunia ini tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sering kita dengar bahwa kenyataan tak sesuai dengan harapan atau realita tak sesuai ekspetasi. Hal tersebut sebenarnya salah karena sebenarnya mereka tidaklah gagal. Mereka hanya belum memperjuangkan mimpi mereka dengan sungguh-sungguh sehingga realita berkata lain. Lalu bagaimana agar kita mencapai suatu titik yang disebut dengan keberhasilan? Saya sendiri juga belum menemukannya. Namun satu poin penting yang menjadi acuan saya adalah mewujudkan impian saya meski hal tersebut sangatlah mustahil bagi saya.

Satu kalimat yang harus digaris bawahi adalah, "Impian bukan sebatas angan-angan". Tanamkan kata-kata tersebut dalam benak pikiran dan hati kita, lalu jadikan prinsip dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Sedikit cerita, saya sendiri sebenarnya juga tidak memiliki impian untuk menjadi seorang penulis. Akan tetapi, saya selalu terbayang untuk mencurahkan ulasan-ulasan dalam kepala saya kepada orang lain. Hal tersebut yang membawa saya menjadi seorang penulis hingga saat ini. Memang terkesan masih awam, namun saya tetap berusaha menjalaninya karena ini adalah impian saya.

Mimpi memang terkadang menyakitkan, terutama saat kita belum berhasil dan melihat orang lain berhasil lebih awal dari kita. Sebagai contoh kisah asmara kehidupan saya pribadi. Akhir-akhir ini saya terenung karena sosok wanita yang saya sukai ternyata sudah menjadi kekasih teman saya. Meskipun hanya dalam hal asmara, namun ini juga patut disebut mimpi karena terdapat buih-buih harapan, keinginan, gairah dan hasrat untuk mendapatkan sesuatu. Lalu apakah yang menyebabkan keberhasilan saya tertunda?

Jawabannya karena saya belum benar-benar menanamkan prinsip bahwa impian bukanlah sekedar angan-angan. Terkadang dari hal yang sepele saja kita sudah mendapat kendala yang kita anggap sebagai kegagalan. Padahal semua itu hanyalah sedikit kesalah teknis yang sering tidak kita sadari. Satu hal yang mungkin dapat membantu yaitu meningkatkan ego kita. Jangan pernah pedulikan orang lain dan cobalah untuk mementingkan diri kita sehingga hal-hal sepele seperti itu dapat teratasi.

Memiliki mimpi yang begitu tinggi bukanlah masalah. Sebagai contoh saat perkenalan pertama dikelas, banyak saya temui beragam impian yang begitu indah keluar dari mulut teman-teman saya. Banyak dari mereka yang mengatakan ingin menjadi pengusaha sukses, sosok yang berguna bagi nusa dan bangsa, menjadi presiden, ketua MUI, dokter, polisi dan masih banyak lagi. Namun satu hal yang mengganjal dipikiran saya, apakah semua itu akan menjadi pelangi setelah hujan atau malah menjadi bumerang yang menjatuhkan mereka. Hal ini karena tak jarang seseorang bimbang karena impian mereka. Mereka selalu mengatakan berbagai alasan klise yang menurut mereka bertolak belakang terhadap apa yang mereka perjuangkan. Sebagai contoh perihal ekonomi dan keluarga yang kurang mendukung.

Saya sendiri juga masih bimbang akan impian-impian saya yang begitu tinggi. Namun saya percaya suatu ungkapan bahwa usaha tidak akan menghianati hasil. Oleh karena itu saya terus berusaha dan berjuang untuk menggapai semua impian saya meskipun saya tidak yakin dengan ending dari cerita saya. Mungkin cukup sekian ulasan dari saya, saya pribadi secara tulus berharap kepada para pembaca untuk memperjuangkan impian dan mewujudkannya sehingga impian bukan sebatas angan-angan.